Selain itu, kata Munir, lokasi Gedung Wanita berada tepat ditengah – tengah pemukiman padat penduduk. Bahkan, dekat dengan markas Militer, gedung sekolahan SD, dan Taman Blambangan yang sehari harinya dijadikan area tempat berkumpul dan beraktivitas sosial oleh masyarakat Banyuwangi.
“Kami khawatir dampak buruk yang timbul akibat kegiatan isolasi itu terhadap warga, khususnya warga lingkungan Kampung Ujung yang jaraknya sangat dekat sekali,” ujarnya.
Untuk itu, pihaknya membuat surat penolakan yang dilampiri tanda tangan warga Kelurahan Kepatihan dan sekitarnya yang mayoritas menolak atas rencana tersebut.
“Kami harap Banyuwangi tetap kondusif dan upaya pencegahan penyebaran virus corona di Banyuwangi berjalan lancar,” pungkasnya.
Surat penolakan tersebut, selain ditujukan kepada Bupati Banyuwangi juga ditujukan kepada instansi dan stakeholder terkait. (guh)











