“Kita harus capai level satu, Itu sangat penting, karena apa, jika kita memasuki level-1, Maka kegiatan masyarakat akan lebih dilonggarkan, dan yang paling krusial ini adalah Pembelajaran tatap muka, untuk anak-anak, saat ini sudah dilakukan PTM (pertemuan tatap muka) itu, tetapi masih dibagi secara bergantian, yang biasanya perkelas 30 orang misalnya, jadi 15 anak, jam selanjutnya 15 anak juga, ” katanya.
Dokter Rio juga membenarkan pernyataan bupati, akan adanya vaksinasi jemput bola. Pihaknya mengatakan, vaksinasi jemput bola itu dilakukan untuk lansia, menurutnya kesehatan lansia itu sangat rentan.
“Jemput bola ini untuk lansia mas, Di mana kesehatan lansia tersebut sangat rentan kan kasian kalau datang ke pos vaksinasi, maka kami akan lakukan jemput bola atau kita datang dari rumah ke rumah lansia yang belum vaksinasi. Kami punya datanya, data itu didapat dari pemerintah desa setempat, kita juga akan libatkan mereka,” ujarnya.
Dr Rio Juga membenarkan tentang kabar ditempat Pelayanan Sosial yang harus menyertakan sertifikat vaksin, menurutnya itu berdasarkan surat edaran pemkab Banyuwangi yang ditanda tangani sekretaris daerah,
“Iya mas itu betul, terutama pelayanan sosial di Mall Pelayanan Publik, jika mengurus sesuatu di sana maka harus membawa atau menyertakan sertifikat vaksin, jika belum mohon maaf maka tidak dilayani. Maka masyarakat harus vaksin terlebih dahulu, ini berdasarkan Surat Edaran (SE) Pemkab Banyuwangi Nomor 065/1969/429.034/2021 perihal vaksinasi Covid-19 dalam pelayanan publik, Yang dikeluarkan sekda tersebut,” ujar dokter Rio. //









