“Untuk itu, kita berkumpul disini untuk memastikan Banyuwangi agar selalu aman, damai dan tenteram. Jangan sampai ada celah bagi mereka yang ingin memecah belah bangsa Indonesia,” ujarnya.
Yamin menambahkan, pihaknya juga menyayangkan keterlibatan pelajar dalam aksi demonstrasi akhir akhir ini. Untuk itu, diperlukan peran serta orang tua dan guru untuk membimbing mereka agar fokus belajar demi masa depannya.
Dalam akhir acara, deklarasi menolak aksi anarkisme tersebut dibacakan secara bersama-sama oleh seluruh peserta yang hadir. Adapun isi deklarasi yang dibacakan sebagai berikut :
1. Menolak dan mengecam keras aksi anarkhisme dan sikap intoleransi dalam bentuk apapun jangan melakukan tindakan yg dapat merugikan diri sendiri.
2. Menolak berita Hoax dan aksi provokasi yang dapat memecah persatuan dan kesatuan Bangsa.
3. Berhati-hati dalam menyikapi berita yang beredar di media sosial. Saring dan pahami terlebih dahulu dan jangan mudah percaya terhadap berita yang belum jelas kebenarannya.
4.Terhadap perbedaan pendapat dalam UU Omnibus Law Cipta Kerja agar menempuh upaya jalur hukum.
5.Mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid 19,dan mari sukseskan Pilkada Banyuwangi 2020 yang aman, damai, demokratis dan sehat.
Wartawan : Teguh Prayitno











