“Proses investigasi memakan waktu lama, sebab posisi kapal tenggelam di air dan membutuhkan waktu 3 sampai 4 bulan, karena ada kesulitan dalam melakukan penyelidikan. Akan tetapi, jika posisi tenggelamnya bangkai kapal dapat membahayakan pelayaran, kita menyarankan untuk diangkat,” tuturnya.
Irawan juga menyayangkan dengan adanya kesimpangsiuran jumlah daftar penumpang (manifest) KMP Yunicee yang mengalami musibah tersebut. Bahkan, korban yang meninggal dunia akibat musibah tersebut ada yang tidak tercantum dalam manifest.
“Itu juga kita patut dalami. Kita akan cocokkan manifes dengan laporan masyarakat. Data penumpang ini perlu, karena memudahkan pihak Asuransi untuk mengcovernya. Jangan sampai kejadian kecelakaan di Danau Toba dahulu terulang kembali ,” jelasnya.
Dari data terakhir, jumlah penumpang yang berhasil diselamatkan sebanyak 39 orang, diantaranya 36 orang di Ketapang, 3 orang di Gilimanuk. Sedangkan yang meninggal dunia 7 orang.
Secara resmi manifes kapal ada 41 penumpang dan 15 ABK. Namun dari data yang dihimpun 39 orang selamat terdaftar manifes 16 orang, sisanya 23 orang tidak terdaftar. Bahkan, korban jiwa pun sama, 3 korban jiwa terdaftar di manifest sedangkan 4 korban jiwa tidak terdaftar.
Selain itu, disebutkan data orang yang masih dilaporkan hilang di posko Gilimanuk oleh keluarga ada 18 orang. (guh)











