“Kamu apakan anakku hingga kemaluannya mengeluarkan darah terus, kelakuanmu memang seperti binatang, apa kamu belum puas meniduri aku hingga anakku juga kamu begitukan,”ujar Paito menirukan ucapan MR saat ditemui beberapa awak media di kediamannya pada hari Rabu malam (17/6/2020).
Masih menurut Paito, dirinya juga sempat dipanggil oleh Kepala Desa Genteng Wetan Rabu (17/6/20) pagi untuk dipertemukan dengan MR. Di sanapun Paito juga menceritakan hal yang sama tanpa mengurangi ataupun menambahi apa yang dia dengar saat itu.
“Tadi pagi dihadapan pak kades, pak kepala dusun serta beberapa orang lainnya termasuk MR dan pelaku, saya juga menceritakan hal yang sama mas, memang MR sempat membantah hanya saja pelaku mengiyakan cerita saya itu,” imbuhnya.
Setelah mendengar Informasi jika MR tidak jadi melaporkan peristiwa yang menimpa anaknya itu ke polisi kini warga setempat menjadi resah, karena khawatir jika terduga pelaku bisa saja mengulangi perbuatannya itu ke anak-anak lainnya.
“Saat ini warga menjadi resah, jika perbuatan pelaku itu tidak dilaporkan dan tidak mendapatkan kepastian kebenarannya, bisa saja suatu saat nanti dia akan berbuat hal yang sama pada anak-anak yang lain di sini,” pungkas Paito.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, jika dugaan kasus pencabulan dengan korban anak dibawah umur bernama Bunga (nama samaran,) yang masih duduk dikelas 3 sekolah dasar dengan terduga pelaku adalah pacar ibu kandungnya sendiri itu terpaksa terhenti karena sang ibu tidak jadi melapor ke pihak kepolisian dan mengaku hanya bentuk pelampiasan emosi saja karena tengah bertengkar dengan pelaku (sincan)









