Pengantin Nyaris Gagal Nikah Gara-gara Hasil Swab, Keluarga Minta Pemkab Banyuwangi Lebih Perhatikan Validasi Data

by -761 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
Petugas Kesehatan Puskesmas Paspan dan anggota Polsek Glagah saat mendatangi rumah satu keluarga di kelurahan Banjarsari Kecamatan Glagah


“Jujur KUA Kalipuro mampu memberikan perlakuan dan pelayanan yang lebih baik sehingga dapat melangsungkan akad nikah. Bahkan menurut penjelasan petugas KUA Kalipuro, sudah ada surat edaran yang menyatakan dalam masa pandemi ini jika ditemukan kasus positif Covid 19 acara akad nikahnya bukan dibatalkan. Akan tetapi dalam pelaksanaan prokes yang lebih ketat.  Coba anda bayangkan, sama-sama KUA kok punya penjelasan dan tata cara yang berbeda,” imbuhnya.

Namun permasalahan bagi keluarga mempelai pria kembali terjadi lima hari pasca pernikahan tepatnya pada hari ini Rabu (16/02/2022). Petugas kesehatan Puskesmas Paspan dan Polsek Glagah mendatangi rumah  keluarga mempelai pria dalam menindaklanjuti konfirmasi hasil positif Covid-19 berdasar hasil Tes swab antigen yang dikeluarkan Puskesmas Singojuruh.


Kejadian tersebut sangat disayangkan oleh Syaiful,  sebab data hasil tes swab dari Puskesmas Singojuruh yang menyatakan kedua calon mempelai positif Covid-19 telah dimasukkan ke data Satgas Penaggulangan Covid-19 Kabupaten. Tentu saja pihak keluarga merasa dirugikan sebab jelas dari hasil pembanding tes swab di tiga klinik yang ada hasilnya negatif semua.

“Terus terang kami terkejut ketika Petugas Puskesmas bersama Polsek mendatangi kediaman adik kami, untuk mengkonfirmasi data adik kami yang dinyatakan Positif Covid-19. Padahal data tersebut tidak valid. Dan yang membuat makin kaget lagi ketika data tersebut menjadi rujukan Satgas Covid kecamatan Glagah untuk mendatangi rumah kami,” terangnya.

“Bisa kita bayangkan kalau tracingnya berdasar data yang tidak valid masyarakat malah menjadi panik dan imunnya bisa jadi menurun. Padahal untuk menghadapi Covid-19 beserta variannya harus dengan tenang, hati dan perasaan yang gembira. Lha kalau tiba-tiba didatangi kayak gini kan jadi merasa kurang nyaman,’ tegas Syaiful.

Berdasarkan kasus yang menimpa keluarganya, Syaiful meminta agar Pemkab Banyuwangi untuk memberikan atensi khusus, terkait validasi data hasil swab agar tidak terulang kembali hasil swab yang tidak aurat yang akhirnya justru dapat merugikan masyarakat.

“Oleh karena itu saya meminta agar Pemkab memberikan atensi khusus pada kasus ini. Kalau data yang tidak valid kemudian diinput menjadi data Satgas Covid kabupaten, maka bisa dibayangkan berapa jumlah penambahan kasus Covid di Banyuwangi yang otomatis akan berimbas pada level penanganan di Kabupaten,” tambah dia. //

 

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *