Operasi Ketupat Semeru 2026: 522 Personel Gabungan Amankan Mudik Lebaran di Jember

by -2 Views
Wartawan: Nur Imatus Safitri
Editor: Herry W Sulaksono
Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar di Alun-alun Jember, Kamis (12/3/2026) sore.


Jember, seblang.com – Sebanyak 522 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Jember. Pengamanan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Semeru 2026” yang digelar di Alun-alun Jember, Kamis sore (12/3/2026).

Kapolres Jember Bobby A. Condroputra mengatakan ratusan personel tersebut merupakan gabungan dari kepolisian, TNI, serta sejumlah instansi terkait. Kolaborasi lintas lembaga dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama masa mudik dan perayaan Lebaran.

“Pengamanan ini melibatkan seluruh elemen, mulai dari kepolisian, TNI, hingga stakeholder terkait seperti Satpol PP, Dishub, dan Basarnas. Tujuannya agar selama perayaan Lebaran masyarakat Jember dapat merayakannya dengan aman, sesuai tagline kita mudik aman, keluarga bahagia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari total 522 personel yang disiagakan, sebanyak 250 personel berasal dari kepolisian, sementara 272 lainnya merupakan gabungan dari berbagai instansi terkait.

Lebih lanjut, fokus utama pengamanan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 adalah menjaga Kamseltibcarlantas atau Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas, terutama di jalur-jalur yang diprediksi mengalami peningkatan arus kendaraan selama mudik dan libur Lebaran.

Sejumlah titik rawan kemacetan juga telah dipetakan oleh petugas, di antaranya Simpang Empat Mangli yang menjadi jalur keluar-masuk Kabupaten Jember, Jalan Ahmad Yani, Jalan Trunojoyo, hingga kawasan sekitar Kampus Universitas Jember yang kerap dipadati warga saat berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa.

“Beberapa titik rawan sudah kita pantau, seperti Simpang Empat Mangli yang menjadi pintu masuk dan keluar Jember. Kemudian Jalan Ahmad Yani, Trunojoyo, hingga kawasan kampus saat sore hari karena banyak masyarakat membeli takjil,” katanya.

Selain pengamanan lalu lintas, polisi juga akan menempatkan personel di sejumlah lokasi wisata yang diprediksi ramai pengunjung selama libur Lebaran, di antaranya kawasan Pantai Watu Ulo, Pantai Pancer, dan Pantai Paseban.

Pos pengamanan dan pos pelayanan juga akan disediakan di sejumlah titik strategis. Selain menjadi pusat koordinasi petugas, pos tersebut juga dapat dimanfaatkan masyarakat maupun pemudik sebagai tempat beristirahat.

“Pos pengamanan ini juga bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai rest area, baik oleh warga maupun pemudik yang melintas di wilayah Jember,” tambahnya.

Terkait tradisi takbir keliling pada malam Idul Fitri, Bobby menegaskan pihaknya tidak melarang masyarakat untuk merayakannya. Namun, kegiatan tersebut harus dilakukan secara tertib dan mematuhi aturan lalu lintas.

“Kita tidak melarang masyarakat melaksanakan takbir keliling, tetapi harus dilakukan secara tertib dan mematuhi peraturan lalu lintas,” jelasnya.

Meski demikian, pihak kepolisian memberikan pembatasan terhadap penggunaan sound system berdaya besar atau yang dikenal masyarakat sebagai “sound horeg”. Bobby mengimbau agar hiburan tersebut tidak digunakan untuk berkeliling.

“Untuk sound horeg kami imbau cukup di tempat saja, tidak berkeliling. Ada aturan terkait batas desibel sesuai petunjuk dari Gubernur Jawa Timur. Jika melebihi batas yang ditentukan, tentu akan kami ingatkan untuk tidak dilakukan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan optimistis kondisi keamanan dan kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran di wilayahnya dalam keadaan terkendali. Ia menilai koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri berjalan baik, termasuk saat mengatasi panic buying BBM beberapa waktu lalu.

“Saya bersyukur karena kolaborasi antara Pemkab, TNI, dan Polri kemarin bisa mengatasi panic buying BBM. Kita bisa meyakinkan masyarakat sehingga kondisi kembali normal,” ujarnya.

Fawait juga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji tiga kilogram dalam kondisi aman hingga setelah Lebaran. Pemerintah daerah, kata dia, telah berkoordinasi dengan Pertamina dan Hiswana Migas untuk memastikan distribusi energi tetap lancar.

“Stok BBM aman, bahkan hingga setelah Lebaran. Tabung gas elpiji juga aman, bahkan kuotanya sudah kita minta tambahan,” katanya.

Selain pengamanan arus mudik, pemerintah daerah juga mulai menyiapkan langkah antisipasi membludaknya wisatawan yang diperkirakan akan berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Jember selama libur Lebaran.

Menurut Fawait, salah satu daya tarik baru wisata di Jember adalah penggabungan tiket masuk antara Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo yang diprediksi akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Jember saat ini sedang diminati banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah. Apalagi setelah adanya penggabungan tiket wisata antara Pantai Papuma dan Watu Ulo, itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berlibur di Jember saat Lebaran,” tandasnya./////////////

iklan warung gazebo