Selanjutnya, gelombang dengan ketinggian 1.25 – 2.5 meter dapat terjadi di Laut Natuna Utara, Perairan Kep.Natuna, Perairan Kalimantan Utara, Selat Makassar, Perairan Kep. Sangihe – Kep. Talaud, Perairan Bitung – Kep. Sitaro, Perairan utara dan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku, Perairan Kep. Halmahera, Laut Halmahera, dan Samudra Pasifik utara Papua Barat hingga Papua.
Beni menambahkan, masyarakat khususnya di Kabupaten Banyuwangi diminta bersiap diri menghadapi masa pancaroba peralihan dari musim kemarau ke musim hujan yang diprakirakan akan tiba lebih awal pada akhir bulan Oktober 2021.
“Normalnya pancaroba musim kemarau ke musim penghujan terjadi pada bulan November. Tetapi di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2021 ini, diprakirakan akan tiba lebih awal pada akhir Oktober,” jelasnya.
Bahkan, lanjut Beni, daerah dataran tinggi di wilayah Kabupaten Banyuwangi sudah terjadi pada pertengahan bulan September kemarin dengan ciri-ciri kondisi cuaca yang tidak menentu.
Masyarakat juga diimbau agar waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi terjadinya hujan lebat disertai kilat/petir, angin kencang, puting beliung dan hujan es. Tak menutup kemungkinan cuaca ekstrem tersebut juga dapat mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor.
“Untuk itu, jaga daya tahan tubuh, pangkas ranting pohon, tebang pohon yang sudah lapuk, periksa papan reklame atau baliho, bersihkan sampah yang menyumbat saluran air dan jaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya. (guh)









