“Namun kali ini aksinya gagal lantaran tepergok,” ujar AKP Hadi.
Kakak korban yang datang untuk mengecek rumah adiknya sekitar pukul 14.00 WIB tersebut dibuat terkejut kembali, setelah melihat pintu samping terbuka lagi.
Melihat hal itu, saksi itupun menghubungi suaminya dan penjaga sekolah SDN Klatak yang tak jauh dari lokasi, serta Polsek Kalipuro.
“Sebelum petugas datang ke lokasi, warga ini masuk dan melihat tersangka S melarikan diri ke belakang rumah sambil memanjat tembok,” ujarnya.
Merasa panik, tersangka S yang berupaya kabur dengan memanjat pagar rumah setinggi kira-kira 2,5 meter itu malah terjatuh. Dua kakinya pun terkilir.
“Hal itu membuatnya tak bisa kabur. Untuk berjalan saja, S harus menggunakan kedua lututnya,” jelas AKP Hadi.
Untung saja, massa yang telah mengerumuni maling apes ini tak berbuat anarkis. Pasalnya, warga mengenalinya.
“Setelah didekati, ternyata tersangka adalah tetangga sendiri. Jadi tidak dimassa. Tersangka luka karena jatuh dari pagar,” tambah dia.
Tak berselang lama, petugas Polsek Kalipuro datang dan segera mengamankannya. Setelah mendapatkan perawatan medis, tersangka langsung dijebloskan di dalam tahanan untuk proses hukum lebih lanjut.












