“Saya ini tidak tau persoalannya apa, kok tiba tiba saya didatangi dipukul bagian dada saya dan pergi begitu saja. Kemudian dia kembali bersama dua orang sambil membawa sajam,” kata Febri menceritakan.
Lebih lanjut Erwin mengatakan jika persoalan itu kini sudah ditangani pihak Kepolisian Polsek Kalibaru. Febri juga sudah divisum dan dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.
Meski demikian Erwin juga sempat berkoordinasi dengan Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Nasrun Pasaribu, S.I.K .meminta agar persoalan ini dapat diproses seadil-adilnya sesuai hukum yang berlaku.
“Terlepas Febri seorang wartawan atau tidak, tidak boleh seseorang semena-mena melakukan penganiayaan kepada orang lain. Terlebih jika benar penganiayaan itu membawa senjata tajam di tempat umum yang dapat mengancam keselamatan jiwa orang lain,” kata Erwin.
Sementara saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon Kapolsek Kalibaru, AKP Abdul Jabar membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan yang dilaporkan Febri Wiantono dilokasi pertandingan turnamen volly. Laporan itu langsung ditangani sesuai SOP yg berlaku dan segera digelarkan.
“Iya laporannya sudah kami proses. Hasil visum tidak ada bekas dan tidak mempengaruhi aktivitas pelapor kerja 1 x 24 jam. Tapi memang benar telah terjadi peristiwa penganiayaan, tetapi ringan. Untuk itu kami segera sidangkan tipiring hari Selasa nanti,” kata Abdul Jabar.
Terkait senjata tajam yang diduga dibawa pelaku penganiayaan, pihak kepolisian masih menyelidiki kebenarannya. “Jika terbukti akan diproses terpisah,” pungkas Jabar. //











