Banyuwangi, seblang.com – Tambang galian C (pasir) ilegal di Banyuwangi, selain memiliki dampak negatif juga ada dampak positif terhadap masyarakat, yakni menciptakan lapangan pekerjaan. Salah satunya sopir dump truk.
Namun, sejak ditutupnya galian C ilegal di Banyuwangi, penghasilan para sopir dump truk tersebut menurun drastis. Merekapun hidup merana.
Kholik Sriyono (33) salah seorang sopir dump truk yang ikut serta dalam hearing di DPRD Banyuwangi mengaku bingung untuk mencukupi kebutuhan keluarganya saat ini. Pasalnya, sejak tambang-tambang pasir ilegal di Bumi Blambangan ditutup, dia kesulitan mencari material galian C.
“Sejak ditutup tambang galian C ilegal, ekonomi kami sangat menurun drastis. Beras di rumah habis, rasanya hati ini ingin menangis. Karena kami punya anak dan istri yang harus dicukupi kebutuhannya,” kata Kholik kepada wartawan, Senin (14/2/2022).

Untuk mencari material pasir saja, dia harus antre menunggu lama, bahkan harus rela menginap. Bayangkan saja, tambang berizin di Banyuwangi bisa dihitung jari. Sedangkan dump truk yang mengantre mencapai puluhan hingga ratusan.









