Banyuwangi, seblang.com – Di masa pandemi Covid-19, sektor pertanian tetap mendapat perhatian khusus dari Pemkab Banyuwangi. Namun disayangkan oleh anggota kelompok tani yang berada di desa Kradenan Kecamatan Purwoharjo Banyuwangi, Edy Santoso yang mengungkapkan telah terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi selama 3 bulan ini
“Memang sangat sulit sekali mendapatkan pupuk subsidi mas,sedangkan pupuk non subsidi harganya Rp.150.000 / per kwintal. Hal ini sangat memberatkan sekali bagi petani kecil kayak kami mas,” ungkapnya
Sejumlah petani di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi sehingga biaya sarana prasarana produksi terjadi kenaikan, karena menggunakan pupuk non-subsidi
“Kita membeli pupuk NPK bersubsidi Rp2.000/kg, namun kini menjadi Rp15 ribu/kg karena pupuk non subsidi itu,” kata Edy
Saat ini, kata Edy, harga pupuk non subsidi di pasaran cukup tinggi. “Jika mengandalkan pupuk non subsidi dipastikan petani harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk keperluan sarana produksi itu,” katanya.











