JD juga menceritakan jika saat ini dirinya sedang berada di Jakarta dan bersiap siap melakukan rillis hasil ungkap narkoba. “Nanti kalau saya pulang ke Banyuwangi saya akan main ke sana sambil ngopi mas,” kata JD kepada wartawan yang mengkonfirmasi.
Beberapa saat kemudian, wartawan yang mengkonfirmasi mendapat telepon dari seseorang yang belum dikenal. Saat ditanyakan dari siapa, penelpon tersebut menjawab dari Mangir (daerah yang diduga menjadi tempat produksi dan gudang jamu tersebut).
“Saya dari Mangir mas, sampean (anda red) sudah tau. Intinya saya titip titip kerjaan. Kita sama-sama cari rejeki,” kata penelpon tersebut sambil mengatakan kapan bisa bertemu.
Anehnya meski JD mengelak dikatakan ketiga jamu tersebut miliknya, namun beberapa anggota polisi di Polresta Banyuwangi mengatakan jika jamu tersebut benar milik JD seorang polisi yang berdinas di Polda Jatim. Bahkan masyarakat sekitar tempat produksi jamu juga membenarkan jika lokasi jamu tersebut milik JD.
Menanggapi informasi tersebut Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin, SIK. SH, MH kepada sejumlah wartawan berjanji akan menindak tegas jika ada pabrik jamu tak berizin dan memakai bahan yang mengandung bahan kimia obat (BKO) yang telah dilarang pemerintah.
“Ya kita menunggu ada masyarakat yang melaporkan pasti kita tindak tegas,” kata Arman kepada sejumlah media.
Saat disinggung tentang oknum pemilik yang sudah ramai di masyarakat adalah oknum anggota Polisi yang berdinas di Polda Jatim, Arman hanya menjawab “Kalau yang itu, yang disebut sebut inisial J itu. Terus terang saya masih belum paham. Katanya ada permasalahan di sana (Polda Jatim), cuman ke sininya kami belum paham. Harapannya jika dilaporkan ditingkat Polda ya monggo, ditempat kita (Polresta Banyuwangi) ya monggo dibuatin laporan, “pungkasnya. (win/guh)









