,

Bak Benang Kusut, Kasus Kelangkaan LPG 3 Kg di Banyuwangi Belum Ada Solusi

by -917 Views
Wartawan: Teguh / Hms
Editor: Herry W Sulaksono


“Mungkin liburan, restoran pada saat liburan kan okupansinya tinggi,”katanya.

Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi, Siti Mafrochatin Ni’mah mengaku heran, kelangkaan elpiji 3 kg hanya terjadi di Banyuwangi. Dalam hal ini, masyarakat yang menjadi korban. Padahal, dahulu pemerintah meminta semua masyarakat berpindah ke gas.

Saat ini, kompor tradisional sudah tidak ada lagi. Masyarakat tidak mungkin menggunakan kompor listrik karena tidak punya biaya.

Ini kebutuhan dasar masyarakat kok dipersulit. Jadi kami meminta dinas terkait untuk melakukan tindakan tegas apabila ada penyalahgunaan,” ujarnya.

Dari hasil pertemuan tersebut, rencananya dalam waktu dekat akan dilakukan operasi pasar serta sidak terkait distribusi elpiji 3 kg ini. Menurutnya, keresahan masyarakat ini harus segera diatasi.  Agar tidak menimbulkan dampak lain yang mengganggu ketentraman, keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat ini lapar karena tidak bisa masak,” tegasnya.

Dengan kondisi yang seperti ini, politisi PKB ini mencurigai adanya praktik penimbunan memanfaatkan momen program pendataan subsidi tepat dari Kementerian ESDM. Dia juga curiga ada pengoplosan dari tabung  yang 3 kg yang bersubdisi ke tabung yang lebih besar yang non subsidi.

“Dari 3 kg dipindah ke tabung gas 5 kg atau 12 kg sehingga bisa mengambil keuntungan tersendiri,” terangnya.

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *