Banyuwangi, seblang.com – Kasus persekusi pencopotan plang Muhammadiyah Cabang Tampo Kecamatan Cluring Banyuwangi mendapat respons Pimpinan Pusat Persyarikatan Muhammadiyah yang disampaikan langsung oleh sekretaris umum PP Muhamadiyah Abdul Mu’ti.
Ia menyampaikan kejadian yang hampir serupa juga pernah terjadi di beberapa tempat di Kabupaten Banyuwangi yang menjadi wilayah dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyuwangi.
“Catatan kami ini menjadi insiden yang kesepuluh terjadi dengan motif yang hampir sama kepada Persyarikatan Muhammadiyah di Banyuwangi,” ujar Abdul Mu’ti Selasa (1/03/2022}.
Namun, yang ia sesalkan saat peristiwa terjasi ada aparatur pemerintah di antara Camat Cluring Hendri Suhartono , Kades Desa Tampo Hasim Ashari dan Babinsa Desa Tampo yang nampak dalam kejadian tersebut dan terkesan membiarkan.
“Saya juga sangat menyesalkan adanya aparatur negara yang seharusnya bisa memberikan edukasi kepada masyarakat, karena kita kan negara hukum kok terkesan membiarkan hal tersebut terjadi, itu yang bikin miris,” jelasnya.
Oleh karena itu PP Muhammadiyah menyerahkan permasalahan tersebut ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyuwangi untuk mengambil langkah hukum dan mengintruksikan kepada seluruh warga Muhammadiyah untuk bijak bermedsos.
Hal ini dilakukan untuk membuat kondusifitas yang aman dan nyaman dalam bermasyarakat, sehingga berjalannya roda pemerintahan yang bermartabat selalu terlaksana baik.












