Penggabungan ini diproyeksikan menghasilkan efisiensi biaya tahunan sebesar US$300–400 juta setelah integrasi selesai. Dari sisi operasional, XLSmart akan fokus pada percepatan perluasan jaringan 5G, peningkatan infrastruktur, dan inovasi produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan individu, korporasi, serta sektor publik.
Merger ini juga mendukung visi pemerintah dalam mendorong digitalisasi melalui perluasan infrastruktur teknologi, alokasi spektrum yang efisien, dan peningkatan kualitas jaringan. Bagi pelanggan, merger ini menawarkan layanan yang lebih cepat, harga lebih kompetitif, dan jangkauan yang lebih luas. Karyawan dari seluruh entitas yang bergabung juga akan mendapatkan peluang karier baru dalam lingkungan kerja yang mendukung pengembangan profesional.
Dian Siswarini, Presiden Direktur dan CEO XL Axiata, mengatakan bahwa merger ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung aspirasi teknologi Indonesia. “Kami percaya bahwa dengan menggabungkan sumber daya dan keahlian, kami dapat menciptakan manfaat jangka panjang bagi pelanggan, karyawan, dan pemegang saham. Langkah ini memperkuat posisi kami dalam membangun masa depan digital Indonesia,” katanya.
Rencana merger telah mendapatkan persetujuan dari dewan direksi masing-masing perusahaan dan kini menunggu persetujuan regulator serta pemegang saham. Jika semua persyaratan terpenuhi, proses integrasi ini diharapkan selesai pada paruh pertama 2025. Selama masa transisi, perusahaan berkomitmen menjaga stabilitas operasional serta memberikan pembaruan rutin kepada seluruh pemangku kepentingan.
Proses merger ini didukung oleh penasihat keuangan dari CIMB, J.P. Morgan, Deutsche Bank, Maybank, dan Citibank. XLSmart diharapkan mampu membuka jalan bagi pertumbuhan berkelanjutan dan inovasi di sektor telekomunikasi Indonesia.////////










