Selanjutnya Sasongko bersama sang istri berupaya mengajak warga sekitarnya untuk membuka usaha kuliner yang tentunya harus menyesuaikan dengan konsep yang ingin dikembangkan.
Sebagai salahsatu pilihan wisata kuliner di Banyuwangi yang relatif baru dia optimis Pondok Pelangi yang dikelola bersama dengan masyarakat sekitar mampu tumbuh dan berkembang asal secara bersama dan disiplin mampu menjaga mutu dan kualitas sajian makanan dan minuman yang ditawarkan kepada pengunjung.
“Kami selalu melakukan edukasi dan sosialisasi kepada warga untuk menjaga kebersihan keamanan dan kenyamanan lingkungan sehingga wisatawan dan pecinta kuliner yang datang merasa puas dan tertarik untuk datang kembali,” tambah dia.
Menu makanan di Pondok Pelangi yang bisa dinikmati pengunjung selain ikan bakar, ada juga cumi-cumi, udang dan kepiting yang bisa diolah dengan bermacam masakan.
Sedangkan harga yang harus dibayar pengunjung untuk bisa menikmati makanan di tempat tersebut relatif terjangkau.”Paket yang kami tawarkan satu porsi ikan bakar lengkap dengan nasi sambal dan lalapan serta satu gelas teh Rp. 40 ribu,” jelas Pria yang saat ini menjabat Lurah Kampung Mandar itu.
Untuk meningkatkan kualitas layanan maupun menu yang disajikan Sasongko berupaya meminta tanggapan dan saran masukan dari para pengunjung. Saran masukan yang diterima menjadi bahan untuk perbaikan kuliner Pondok Pelangi Banyuwangi.//











