Jember, seblang.com – Tahun Baru Imlek menjadi hari raya paling penting bagi masyarakat Tionghoa. Dalam menyambut perayaan tersebut, salah satunya menghidangkan makanan wajib yang harus ada disetiap tahunnya.
Salah satu di antaranya adalah wedang ronde atau tengyuan.
Ahli Spiritual dan Wakil Ketua Klenteng TITD Pay Lien San, Kanjeng Hendry menuturkan, terkait suguhan wedang ronde memiliki makna dan arti tersendiri.
“Ronde ini dibuat dari tepung ketan yang dibentuk bulat-bulat kecil seukuran kelereng atau lebih besar sesuai selera. Sedangkan didalamnya isiannya kacang,” ucap Hendry saat dikonfirmasi disela perayaan Imlek, di Klenteng Pay Lien San, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Jember, Rabu (29/1/2025).
pu
“Warnanya punf berbeda-beda, karena ada maknanya tersendiri. Untuk yang warna merah itu artinya keberuntungan, untuk warna putih itu kesucian,” imbuhnya.
Kemudian wedang ronde ini disajikan dengan kuah jahe. “Untuk perayaan Tahun Baru Imlek inikan di musim semi, jadi supaya menghangatkan tubuh kita,” ujarnya.












