Kota Mojokerto, seblang.com – Indonesia disebut tidak lagi menghadapi penjajahan dalam bentuk fisik. Namun, ancaman terhadap bangsa dinilai masih ada dengan wujud yang berbeda. Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, menyebut kondisi tersebut sebagai “penjajahan gaya baru”.
“Hari ini kita tidak lagi berhadapan dengan penjajah bersenjata, tetapi dengan perang gagasan, kaburnya identitas sosial, serta derasnya arus informasi yang kerap memecah perhatian dan melemahkan persaudaraan kebangsaan,” tegas pria yang akrab disapa Cak Sandi itu.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan HUT ke-69 Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dan HUT ke-45 Pemuda Panca Marga (PPM), Selasa (13/1/2026).
Cak Sandi menekankan pentingnya peran para veteran dan generasi muda terorganisir dalam menghadapi tantangan tersebut. Menurutnya, LVRI merupakan penjaga sejarah sekaligus guru bangsa, sementara PPM adalah energi muda yang diharapkan aktif turun ke tengah masyarakat.
“PPM harus hadir sebagai penggerak sosial, memperkuat solidaritas di tengah masyarakat, serta membina generasi muda agar matang secara sosial dan kemanusiaan,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Cak Sandi juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Mojokerto dalam pembangunan. Ia menyebut pembangunan tidak semata berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan nilai kebangsaan.
“Inilah arah pembangunan Kota Mojokerto, yaitu mewujudkan masyarakat yang sejahtera, maju, dan berdaya saing dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila,” pungkasnya.
Acara tersebut ditutup dengan doa bersama bagi para korban bencana di sejumlah daerah, termasuk Aceh dan Sumatra.(Harianto)










