“Awalnya minta pulsa, tetapi kemudian minta uang lebih dengan mengancam akan menyebar rekaman video call seks tersebut. Karena awalnya saya takut, saya transferkan uang totalnya Rp 400 ribu,” jelasnya.
Tak sampai disitu, Senin (25/5/2022) tiba-tiba ada seorang pria tak dikenal menghubungi AR, dan mengaku wartawan dari media online nasional. Dia meminta uang jutaan rupiah, jika tidak bersedia maka akan mempublikasikannya.
Melalui pesan Whatsapp, AR pun dikirimi surat dari kantor medianya, tanda pengenal dan screen shot berita yang menunjukkan wajahnya di video call seks tersebut. Wartawan abal-abal itupun mengancam akan melaporkannya ke Polisi atas video tersebut.
“Awalnya saya takut. Kemudian saya konsultasi ke teman yang kebetulan berprofesi wartawan. Ternyata, yang menghubungi saya itu merupakan wartawan abal-abal, dan diduga dari sindikat penipuan online,” ujar AR.
Dari kejadian ini, AR pun memberanikan diri untuk lapor ke Polisi, Senin (25/4/2022). Dia melaporkan bahwasanya dirinya telah menjadi korban penipuan dan pemerasan.//









