Waspada!!! Kasus DBD Kian Meroket, Kini Banyuwangi Paling Tinggi di Jawa Timur

by -1372 Views
Wartawan: Febri Wiantono
Editor: Herry W. Sulaksono


Sedangkan, masyarakat yang paling banyak terjangkit DBD di Banyuwangi yaitu masyarakat perkotaan dan ini menyerang hampir seluruh lapisan usia.

“Permukiman warga terbilang rapat dengan area resapan air yang kurang, itu menjadi salah satu faktor penyebab warga banyak yang terjangkit DBD di perkotaan,”pungkasnya.


Sementara itu, Kalau di Desa masih banyak tanah terbuka sehingga air masih bisa meresap. Kalau tidak ada genangan air peluang nyamuk berkembangbiak itu sangat rendah.

Masyarakat perlu meningkatkan pola hidup sehat dan upaya pencegahannya. Kemudian meningkatkan gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk).

Seperti pencegahan dengan cara 3M, yakni menguras, mengubur dan membuang barang bekas yang dimungkinkan menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti.

Dinkes berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan fogging sebagai langkah untuk memberantas DBD.

“Nyamuk Aedes Aegypti akan berkembang biak secara cepat bila PSN masyarakat itu rendah. Gerakan 3M harus rutin dilakukan minimal seminggu sekali. Kami menyediakan abate bisa diambil di puskesmas terdekat dan itu gratis,” tegasnya.////

iklan warung gazebo