
“Kalau lihat manfaatnya, luar biasa. Anak-anak bisa lebih cepat ke sekolah, ekonomi warga terbantu. Ini bukan cuma membangun, tapi juga membuka masa depan,” tegas Kolonel Djentaju.
Sementara itu, Letkol Arh Joko Sukoyo mengungkapkan bahwa pencapaian ini tak lepas dari kerja keras semua pihak. “Kami berterima kasih kepada seluruh stakeholder, SKPD, satgas, dan terutama warga Siliragung. Mereka bekerja bukan hanya pagi sampai sore, bahkan hingga malam jika diperlukan,” ujarnya.
Ia berharap, program TMMD ini dapat menjadi contoh sinergi antara masyarakat dan aparat negara. “Dengan semangat kebersamaan, semua target bisa kita capai,” tambahnya.
Apresiasi juga datang dari Kepala Bidang SDA Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Tjatur Hidayat Nugroho. Ia menyebut program TMMD sangat membantu pemerintah daerah yang memiliki keterbatasan anggaran dan sumber daya.
“Kolaborasi ini meringankan beban kami dalam memberikan layanan, khususnya air bersih dan irigasi di daerah sulit jangkau. Ini sangat kami syukuri,” ujarnya saat mendampingi kunjungan.
TMMD ke-125 Banyuwangi sekali lagi menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, melainkan tentang kehadiran negara untuk rakyat. Dan seperti yang disampaikan Kolonel Djentaju, “Dulu kita kenal ABRI Masuk Desa, sekarang TMMD menjadi bukti bahwa semangat itu tetap hidup dan makin kuat.”///////











