Banyuwangi, seblang.com – Sebuah warung Darplok Sritanjung di Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi, mengalami kebakaran pada Kamis malam (26/3/2026). Peristiwa tersebut diduga dipicu kebocoran gas LPG saat aktivitas memasak berlangsung.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi, Ir. Edy Supriyono, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 20.01 WIB. Tim Regu Brama 1 langsung diberangkatkan menuju lokasi yang berjarak kurang lebih 800 meter dari pos.
“Petugas tiba di lokasi pukul 20.09 WIB dan langsung melakukan penanganan. Api berhasil dipadamkan dengan cepat, yakni sekitar pukul 20.12 WIB, dan proses penanganan selesai pukul 20.28 WIB,” ujarnya.
Objek yang terbakar merupakan bagian warung dengan luas sekitar 1 x 2 meter yang berada di Jalan Dadali Putih No.16. Api pertama kali diketahui muncul dari katup tabung gas yang bocor, kemudian menjalar ke bagian atas terpal yang digunakan sebagai penutup area berjualan.
Dari hasil asesmen di lapangan, dua orang pemilik warung, yakni Muhammad dan istrinya Siswana, mengalami luka ringan akibat sambaran api di bagian tangan. Keduanya langsung dilarikan warga ke RSUD Blambangan untuk mendapatkan perawatan medis.
“Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan pasir dan kain basah, namun api belum berhasil dikendalikan sehingga salah satu warga menghubungi Damkarmat,” tambah Edy.
Petugas kemudian melakukan pemadaman menggunakan satu nozel yang terhubung ke unit mobil pemadam Ayaax 03, dilanjutkan dengan proses pendinginan (overhaul) untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi menimbulkan kebakaran ulang.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp600 ribu, meliputi kerusakan kompor, tabung gas, atap terpal, dan peralatan memasak.
Dalam penanganan ini, Damkarmat Banyuwangi mengerahkan dua unit armada, yakni mobil pemadam Ayaax 03 dan Fire Dome 05, dengan total tujuh personel dibantu warga sekitar.
Edy mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan LPG, terutama memastikan kondisi regulator dan selang dalam keadaan aman guna mencegah kejadian serupa.
“Keselamatan menjadi prioritas utama. Pastikan instalasi gas dalam kondisi baik sebelum digunakan,” tegas Edy.










