Dampaknya, sangat dirasakan oleh para nelayan dan masyarakat sekitar yang menggantungkan hidupnya pada hasil hutan.
“Intinya kami tidak ingin Gunung Salakan bernasib sama dengan Gunung Tumpang Pitu. Kami menolak Gunung Salakan ditambang,” kata Dayat dengan tegas, Jumat (19/8/2022)
Menurut Dayat, izin pertambangan eksploitasi emas Gunung Tumpang Pitu merupakan contoh kebijakan pemerintah yang buruk. “Jadi segala kegiatan apapun, baik penelitian ataupun survey di Gunung Salakan. Kami minta untuk dihentikan,” imbuh Dayat.
Sementara itu, hingga saat ini Kapolsek Pesanggaran, AKP Basori yang terlihat di TKP saat adanya aksi penghadangan, tidak merespon Seblangcom yang berupaya meminta konfirmasi kronologis lengkap aksi tersebut.
Pun demikian dengan pihak PT. BSI, salah satu karyawannya Mukid yang selalu berhubungan dengan wartawan tak merespon upaya Seblangcom untuk mendapatkan konfirmasi jelas atas peristiwa penghadangan kemarin.////










