“Hal ini menunjukkan bahwa desa ini kaya akan adat tradisi. Semoga hal ini menjadikan Tamansuruh salah satu desa sebagai kiblat adat tradisi khususnya di kalangan masyarakat Osing Banyuwangi,” jelas Teguh.
Lebih lanjut mantan pegawai BPS itu menambahkan karena adat tradisi merupakan warisan budaya nenek moyang yang mengandung nilai nilai luhur bangsa, maka menjadi berkewajiban bersama untuk menjaga dan melestarikan keberlangsungannya.
“Karena nyata nyata mampu mempersatukan masyarakat mewujudkan kerukunan umat seagama, antar umat beragama dan kerukunan sesama manusia,” imbuhnya.
Adapun menu yang disajikan “Tumpeng Pecel Pitik”, makanan khas masyarakat Osing Banyuwangi dalam menggelar ritual.
Salah satu filosofi yang ada adalah pada dasarnya sama seperti selametan selametan yang lain sebagai Implementasi rasa syukur atas segala anugerah dan nikmat dari Allah SWT dengan harapan ke depannya tetap terpeliharanya rasa kebersamaan dalam bermasyarakat berbangsa dan bernegara serta dalam membangun desa dan negara, pungkas Teguh.///









