“Karena sebagian bangunan saya terkena imbas pelebaran. Otomatis dimundurkan. Untuk pembangunan ulang kan butuh biaya yang tidak sedikit. Kalau kerugian saya sih sekitar Rp 150 juta,” bebernya.
Menurut Abu Thalib, warga yang terdampak berharap ada kompensasi dari PT KAI dalam proses pembongkaran. Terlebih kondisi perekonomian yang belum stabil dampak pandemi Covid-19.
“Harapannya pasca pandemi seperti ini, kami diberi kompensasi untuk biaya pembongkaran. Setidaknya dari sisi kemanusiaannya lah,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya PT Kereta Api Indonesia (PT KAI ) merencanakan akan mernovasi dan memperluas kawasan Stasiun KA Banyuwangi Kota yang sebelumnya 2,4 hektare menjadi 3,5 hektare.
Menurut Azhar Zaki Assjari, Manager Hukum dan Humasda PT KAI Daop IX Jember, Stasiun KA Banyuwangi Kota akan dibangun dua lantai dilengkapi dengan swalayan dan tenant-tenant yang menyediakan oleh-oleh maupun makanan khas dari UMKM Banyuwangi.
“Sedangkan konsep bangunan akan tetap menerapkan budaya dan kearifan lokal Banyuwangi bernuansa arsitektur Osing. Kawasan parkir dibangun lebih luas dan nyaman,” jelas Azhar Zaki melalui sambungan WhatsApp (WA) pada Kamis (27/10/2022).////









