Tim SAR sebelumnya sempat mengalami kesulitan dalam pencarian di lokasi korban melompat. Namun, berkat upaya yang cepat, jasad korban berhasil ditemukan dalam waktu kurang dari 24 jam.
Sementara itu, diketahui korban meninggalkan seorang anak dengan kondisi autisme yang berada di dalam mobil travel saat kejadian. Diduga korban mengalami depresi sebelum memutuskan untuk melompat ke laut.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian dan instansi terkait untuk penyelidikan lebih lanjut.











