Madiun, seblang.com – Adanya potongan administrasi yang dilakukan pihak sekolah kepada siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP) membuat kegaduhan di lingkungan SDN Kebonagung 03 yang bertempat di Desa Kebonagung,Kecamatan Mejayan,Kabupaten Madiun waktu lalu.
Pasalnya, potongan administrasi yang dilakukan pihak sekolah sebesar Rp10 ribu sampai Rp 50 ribu tersebut membuat para wali murid merasa keberatan, sehingga beberapa dari wali murid anaknya yang merupakan penerima program PIP terpaksa menggeruduk sekolahan guna menanyakan permasalahan yang terjadi.
Diungkapkan AR (27), jika setiap siswa yang mendapatkan bantuan PIP harus menyetor kepada operator sekolah berinisial ST untuk mengganti bensin dan lain-lain.
“Kita diminta admin sebesar Rp 10 ribu sampai Rp 50 ribu untuk setiap pengambilan PIP, alasanya katanya untuk uang bensin dan biaya ganti mengetik,” ungkap AR, Selasa,13/06/2022.
Selain AR, SC (30) juga menyampailan hal yang sama, jika dirinya dan wali murid lain juga dimintai uang admin ketika selesai mengambil bantuan dari pemerintah tersebut.
“Besarnya sama mas,antara Rp 10 ribu sampai Rp 50 ribu, selain itu bantuan kita juga diminta untuk ditabung disekolah. Semisal kita menerima Rp 450 ribu pihak sekolah meminta Rp 300 ribu untuk ditabung, katanya jika siswa memerlukan kebutuhan agar orang tua tidak kebingungan mencari,dan sisanya diberikan kepada kita,” terang SC.









