Kota Mojokerto, seblang.com — Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengapresiasi kekompakan dan semangat gotong royong warga RT 04 RW 01 Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari yang berhasil mewujudkan lingkungan bersih dan tertata melalui program RT Berseri. Apresiasi tersebut disampaikan saat Safari Salat Tarawih di Musala Miftahur Rahmat, Minggu (15/3), yang berlokasi di Jalan Wilis VI Nomor 15.
RT tersebut sebelumnya meraih predikat RT Berseri Kelurahan Wates tahun 2025 berkat konsistensi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan, kerja bakti rutin, serta pengelolaan sampah yang baik.
“Saya berterima kasih luar biasa untuk warga RT empat. Guyup, kompak, gotong royongnya luar biasa, kerja baktinya kompak, dan pengelolaan sampahnya juga baik. Karena itu, Desember 2025 kemarin saya memberikan reward sebesar Rp20 juta,” ungkap wali kota yang akrab disapa Ning Ita.

Ia menegaskan bahwa budaya RT Berseri akan terus dilanjutkan sebagai salah satu program unggulan Pemerintah Kota Mojokerto. Bahkan, menurutnya semangat menjaga kebersihan lingkungan kini juga sejalan dengan program nasional.
“Program ini saya laksanakan sebagai program unggulan pada tahun 2025. Ternyata pada 2 Februari kemarin Pak Presiden juga memprogramkan Indonesia Asri. Maka tentu ini harus kita sukseskan bersama,” jelasnya.
Pada tahun 2026, Ning Ita memastikan program RT Berseri tetap berjalan dengan skema penilaian yang lebih intensif. Penilaian akan dilakukan tiga kali dalam setahun dengan hadiah yang juga meningkat.
“Tahun ini penilaiannya akan dilakukan tiga kali setahun. April nanti Rp20 juta lagi yang akan saya berikan, kemudian penilaian berikutnya Rp25 juta, dan yang terakhir pada bulan September Rp30 juta,” terangnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan budaya gotong royong agar dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Mojokerto.
“Silakan kekompakan ini terus dilaksanakan supaya menjadi kebiasaan baik yang bisa ditularkan ke RT-RT lainnya. Karena sejatinya, keberhasilan menghadirkan kota yang nyaman, sehat, dan asri tidak bisa hanya dari pemerintah. Dukungan dan kerja sama masyarakat adalah yang paling utama,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga mengingatkan warga mengenai kondisi cuaca ekstrem yang tengah terjadi di Jawa Timur, termasuk Kota Mojokerto. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menetapkan status siaga menyusul potensi bencana hidrometeorologi.
“Perlu saya informasikan kepada para jemaah, saat ini Jawa Timur termasuk Kota Mojokerto dalam kondisi siaga satu. Saya membuat keputusan wali kota sejak 20 Februari hingga 30 Maret berdasarkan instruksi se-Jawa Timur terkait kondisi cuaca ekstrem,” jelasnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi bencana, terutama banjir, mengingat Kota Mojokerto dikelilingi oleh aliran sungai.
“Kota Mojokerto dikelilingi sungai, sehingga potensi bencana terbesar adalah banjir. Maka supaya tingkat keparahan tidak terlalu tinggi, saya titip pesan kepada panjenengan semua untuk tidak membuang sampah di aliran sungai. Kita jaga sungai kita bersama,” pesannya.
Safari Ramadan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara Pemerintah Kota Mojokerto dengan masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Ning Ita juga menyalurkan hibah bagi masjid dan musala serta mentasyarufkan zakat mal miliknya kepada para mustahik. (hari)











