Mereka bersama-sama menghalau nelayan yang menggunakan bom ikan. Mereka juga mulai mengkonservasi kembali terumbu karang yang hancur. Aktivitas tersebut kemudian menarik minat pengunjung. Dari aktivitas ini kemudian wisata tumbuh dan perekonomian warga setempat juga ikut terkerek.
“Jika potensi desa ini dikelola dengan baik, tentu akan menggerakkan perekonomian setempat. Sehingga kesejahteraan masyarakat akan terbentuk dengan sendirinya,” terangnya.
Sementara itu, Wabup Sugirah menyebut Banyuwangi memang menjadikan desa sebagai garda depan pembangunan, termasuk pengembangan desa wisata. Hal ini sebagai bagian dari upaya mensejahterakan rakyat, khususnya kelompok ekonomi arus bawah.
“Pariwisata membuka lapangan kerja sangat cepat. Selain itu, multiplier effect-nya juga sangat terasa. UMKM, warung rakyat, hingga homestay kami tumbuh,” kata Sugirah.
Sugirah menegaskan pemkab terus mendorong agar desa-desa di Banyuwangi terus mengembangkan potensi-potensi wisata yang ada di daerah masing-masing sehingga mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warganya.
“Inilah kekuatan Banyuwangi. Dengan mengusung konsep pariwisata yang berbasis alam, kearifan lokal dan seni budaya akan semakin menambah daya tarik bagi wisatawan untuk datang dan berkunjung ke Banyuwangi,” pungkas Sugirah.//









