Oleh karena itu, lanjut Ruli, ada dua pilihan atau jalan keluar mengenai solusi persoalan pengelolaan dan penanganan sampah di Banyuwangi. Solusi pertama yang dia tawarkan adalah setidaknya dengan membuat 5 tempat pembuangan akhir (TPA) lengkap dengan mesin pengolah sampah.
“Banyuwangi ini wilayahnya luas, minimal kabupaten terluas di Jawa Timur ini mempunyai 5 (Lima) TPA yang dilengkapi dengan mesin pengolah sampahnya,” terangnya.
Lebih lanjut Ruli mencontohkan, seperti di Kabupaten Jembrana, Bali. Wilayah yang berbatasan dengan Banyuwangi ini sudah memiliki fasilitas atau mesin pengolahan dan daur ulang sampah berkelanjutan.
“Pengolahan sampah di sana juga menyerap lapangan pekerjaan bagi 150 warga setempat di Jembrana. Kalau ini diterapkan di Banyuwangi, saya yakin masyarakat juga menerima,” bebernya.
Saat kunjungan kerja di Jembrana, Ruli juga meninjau secara langsung lokasi pengolahan sampah di sana. Dia menggambarkan, fasilitas pengolahan sampah itu dilengkapi dengan area pemilahan dan pengolahan sampah, peralatan penanganan residu dan fasilitas pendukung lainnya.
“Fasilitas tersebut memang dikhususkan untuk mengolah dan mendaur ulang sampah organik dan non-organik dari rumah tangga serta usaha/industri sekitar dan Saya yakin Banyuwangi juga bisa,” pungkasnya./////









