Viral di TikTok, Dispendik Kabupaten Mojokerto Bantah Defisit Anggaran Rp100 Miliar, Pastikan Bosda Tetap Berlanjut

by -18 Views
Wartawan: Rahmat
Editor: Herry W. Sulaksono
Kantor Dispendik Kabupaten Mojokerto


Mojokerto, seblang.com – Menanggapi viralnya sejumlah konten di TikTok terkait isu pemangkasan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) SD dan SMP, Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto memberikan klarifikasi tegas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Yo’ie Afrida Soesetyo, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan meminta pihak sekolah maupun wali murid tidak terpancing oleh isu yang tidak berdasar.

Yo’ie menjelaskan, meskipun anggaran Dinas Pendidikan terlihat besar, sebagian besar dana tersebut telah dialokasikan untuk subkegiatan yang terintegrasi langsung dengan program pemerintah pusat (kementerian) yang bersifat wajib.

“Berita itu tidak benar. Terkait efisiensi anggaran memang ada pertimbangan tertentu, namun nilainya tidak sampai menyentuh angka Rp100 miliar seperti isu yang beredar,” ujar Yo’ie saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026).

Terkait Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda), Yo’ie menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mojokerto tidak menghapus program tersebut. Saat ini, Bosda memang belum tercantum dalam anggaran induk karena adanya skala prioritas serta evaluasi terhadap bantuan sarana, seperti seragam sekolah yang baru saja didistribusikan.

Ia memastikan, anggaran Bosda akan kembali diakomodasi melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD).

“Pertimbangannya karena seragam baru saja dibagikan dan kondisinya masih sangat baik. Agar tidak mubazir, anggaran kami kelola dengan perencanaan matang dan akan ter-cover kembali di P-APBD mendatang,” jelasnya.

Di tengah polemik anggaran, Yo’ie mengimbau para kepala sekolah agar tetap fokus pada peningkatan mutu pendidikan. Ia menekankan pentingnya penerapan pembelajaran mendalam (in-depth learning) serta pengembangan kreativitas siswa.

Selain penguatan karakter jati diri bangsa menuju Indonesia Emas, Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto juga mendorong sekolah untuk mulai mengenalkan teknologi terkini kepada peserta didik. “Pendidikan tidak hanya terpaku pada persoalan Bosda. Yang terpenting adalah inovasi sekolah, termasuk membekali murid dengan pemahaman kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Kami juga berupaya maksimal menyukseskan Catur Abhipraya Mubarok,” pungkasnya. (rs)

iklan warung gazebo