“Suara-suara mereka (masyarakat) harus didengar, baik sebagai masukan maupun sebagai kontrol. Mari bersama-sama kita bangun kabupaten yang kita cintai ini, mewujudkan Situbondo naik kelas,” tambah Mas Rio.
Pantauan di lapangan, OPD memaparkan program kerjanya yang mendukung terhadap visi-misi Bupati Rio untuk menjadikan Situbondo Naik Kelas. Selain itu, ormas dan komunitas juga menyampaikan harapan dan usulannya.
Tercatat, masyarakat yang diundang pada kegiatan ‘Abhak Rembhak‘ ini terdiri dari berbagai elemen. Mulai dari PPDiS, Misi Bahari, Museum Balumbung, Tim Ahli Cagar Budaya, Sanggar Seni, PCNU, Muhammadiyah, Fatayat, Muslimat, IPNU, IPPNU, PMII, HMI, GMNI, dan RedHawk.
Selain itu, diundang juga Komunitas Pedagang Mangga, Komunitas Petani dan Nelayan, Aliansi Buruh, Pegiat Lingkungan, Pegiat Kebudayaan dan lainnya.
Untuk kegiatan ‘Abhak Rembhak‘ berikutnya, Tim Transisi akan mengundang peserta lainnya dengan ormas, komunitas, dan OPD yang berbeda.
Dilain pihak salah satu OPD yang enggan disebutkan namanya mengatakan diskusi dari tim transisi sangat bagus namun untuk menyampaikan aspirasi program perioritas kedepannya sangatlah terbatas dan mungkin kedepannya ingin sekali mengundang khusus tim transisi untuk lebih leluasa.
“Saya ingin mengundang tim transisi secara khusus untuk lebih leluasa berdiskusi,” harapnya.
Lebih lanjut salah satu perwakilan dari wartawan yang hadir dalam undangan juga mengatakan, dirinya tidak bisa berdiskusi karena bersifat umum, dan hanya bisa mendengarkan saja apa yang disampaikan tim transisi.
“Mungkin kalau ada waktu kita bisa adakan acara lagi secara khusus saja, agar lebih leluasa kita bisa berdiskusi,” katanya.











