“Kita tidak bisa bangkit jika di tengah masyarakat kita tidak terjalin keharmonisan antar segenap elemen masyarakat. Saya bersyukur Banyuwangi kondusif dan jadi rumah yang aman dan nyaman bagi warganya karena didukung oleh semua agama yang ada di Banyuwangi. Institusi keagamaan seperti Bamag dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) juga turut aktif mensukseskan program pembangunan,” tambah Ipuk.
Sementara Ketua BAMAG Banyuwangi, Pendeta Anang Sugeng, mengatakan kerukunan dan toleransi antar umat beragama menjadi modal penting bagi pembangunan Banyuwangi. “Kami bersama umat beragama lain juga berkomitmen untuk terus merajut harmoni sesuai dengan semangat Banyuwangi Rebound,” kata Pendeta Anang
“Dengan semangat Natal, mari kita jaga kerukunan. Semoga ke depan, seluruh umat beragama di Banyuwangi bisa terus hidup berdampingan sebagai sahabat yang kompak menjaga persaudaraan,” kata Pendeta Anang.
Perayaan natal ini ditutup dengan digelarnya Parade Budaya Nusantara Bersatu oleh muda-mudi Bamag. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan berbagai tarian daerah, termasuk tari Gandrung Banyuwangi, yang dirangkai dengan fragmen penanganan covid 19 saat pandemi melanda. Cerita ditutup dengan lagu Berkibarlah Bendera Negeriku, diikuti dengan dibentangkannya bendera merah putih. (*)









