“Ini jelas bentuk tindakan yang sangat krusial dimuka publik, jika benar asumsi saya, apa kata dunia kita punya bupati yang hanya butuh pengakuan, dan terlalu mendramatisir dalam kejadian ini, seperti pepatah mengatakan kesempatan dalam kesempitan,” sergah Deni Rico.
Dalam temuan video tersebut yang diduga ada sebuah paksaan untuk mengatakan ucapan terimakasih kepada Bupati juga mendapat respons dari anggota DPRD Situbondo Tolak Atin.
“Dengan adanya temuan video yang sudah beredar ini, nampaknya layanan kesehatan diwajibkan membuat pengakuan didepan umum,” katanya.
.Padahal itu sudah menjadi haknya bagi sebagian masyarakat Situbondo dan merupakan kewajiban pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat. “Bukankah ini bentuk pelecehan, dan mereka dengan terpaksa melakukannya agar bisa mendapatkan pelayanan gratis walaupun dibatasi, jika dalam video tersebut benar terjadi adanya paksaan untuk mengatakan ucapan terimakasih saya anggota DPRD Situbondo, mengutuk keras atas kejadian ini, kami akan gali lagi info lebih dalam, dan saya akan membahas bersama anggota komisi IV dan akan memanggil Dinas terkait dalam waktu dekat ini,” pungkasnya.
Direktur RSUD Situbondo Saat dikonfirmasi oleh awak media seblang.com, sedang tidak ada ditempat. ////









