Banyuwangi, seblang.com – Masyarakat Desa Kemiren Kecamatan Glagah Banyuwangi Jawa Timur (Jatim) mewujudkan rasa syukur atas limpahan hasil panen dan sebagai ritual bersih desa menggelar Tumpeng Sewu yang berarti “Seribu Tumpeng”, pada Minggu 2 Dzulhijjah 1445 Hijriah atau 9 Juni 2024.
Menurut Kepala Desa (Kades) Kemiren M. Arifin, rangkain ritual adat Tumpeng Sewu dimulai dengan arak-arakan barong mulai pintu masuk desa adat Kemiren sampai dengan pertigaan destinasi wisata Desa Wisata Oesing (DWO).
Setelah Salat Magrib sambil mengarak Barong tokoh adat menyalakan obor yang ada di depan rumah masing-masing warga sebagai simbol silaturahmi antar warga setempat maupun warga pendatang yang ikut dalam tradisi Tumpeng Sewu.

Kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat di Masjid Nurul Huda dan dilanjutkan dengan makan bersama dengan menu utama pecel pitik oleh seluruh undangan dan warga Desa Kemiren.
“Tradisi yang kami lakukan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT yang memberikan panen yang melimpah dan tidak ada halangan musibah . Satu Tumpeng sekitar Rp. 250 ribu sehingga seribu tumpeng sama denga n Rp. 250 juta yang merupakan swadaya masyarakat Desa Kemiren,” ujar M Arifin.
Dalam melaksanakan tradisi Tumpeng Sewu, pihaknya juga mendapatkan support dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, beberapa dinas / instansi yang ada di Banyuwangi dan masyarakat yang memesan untuk dinikmati dan dimakan bersama.









