Menurut Edi, bantuan bedah rumah ini diberikan kepada warga kurang mampu yang diusulkan desa. Kemudian data penerima bantuan tersebut diverifikasi oleh Dinas PU CKPP sebagai leading sektornya.
“Penerima bantuan disyaratkan termasuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah, serta memiliki rumah yang dibangun di lahan milik sendiri dan belum pernah sama sekali mendapatkan bantuan pemerintah untuk perumahan,” jelasnya.

Edi pun berharap dengan program bedah rumah ini dapat mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten berjuluk “Sunrise of Java” ini. Karena skemanya dirancang padat karya dan gotong royong bersama warga sekitar. Sehingga turut menggerakkan ekonomi dan menambah kekompakan warga.
“Terpenting lagi dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Banyuwangi dengan mendapatkan rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman,” pungkasnya./////












