“Tidak bisa semaunya ya. Ini misal contoh seminggu lalu harga cabai besar mencapai Rp 50 ribu. Kalau di pedagang hanya sekitar Rp 53 ribu. Cabai rawit itu Rp 70 ribu kalau di pedagang ya mencapai Rp 72 ribu,” tambahnya.
Diakui Nanang, harga tinggi yang dinikmati oleh petani karena pembinaan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, terhadap petani cabai yang semangatnya sempat turun ketika harga di bawah Rp 10 ribu.
Pembinaan terus dilakukan dengan cara memberikan informasi tepat tentang rencana musim tanam. “Dinas Pertanian selalu memberikan pembinaan yang tepat. Ditambah lagi dengan bantuan yang diberikan pada tahun lalu menjadi semangat kami merawat cabai hingga saat ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Ilham Juanda membenarkan kenaikan harga cabai di Banyuwangi dinikmati langsung oleh petani.
“Memang saat ini sebagian besar petani di Banyuwangi mendapatkan untung besar. Sehingga bisa mengembalikan modal tahun lalu yang mereka anggap sepi,” jelas Ilham.
Dia menambahkan data dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, luasan tanaman cabai besar di Banyuwangi sebanyak 466 hektar. Sementara cabai rawit mencapai 3.215 hektar. Dari luasan tanaman cabai di Banyuwangi tersebut lahan seluas 313 hektar cabai besar dan 3.215 hektar cabai kecil yang sudah panen.
“Produksi cabai besar di Banyuwangi mencapai 2.504 ton dan 17.922 ton cabai rawit. Tentu ini memberikan semangat bagi petani dalam menanam cabai. Dinas Pertanian dan Pangan akan terus memberikan perhatian khusus untuk tanaman cabai petani,” pungkasnya.///












