“Pesan sepintas apa yang saya dengar dari Mas Rio yaitu, tidak harus jadi bupati untuk bisa ngasih sembako, semua bisa, asal mau, dan pembagian sembako itu urusan teknis yang biasanya bukan dikerjakan oleh level pemimpin. Makanya mas Rio menginginkan Tim Patennang harus selalu bersama masyarakat, dan untuk kegiatan Baksos Mas Rio tidak turun langsung dalam kegiatan ini,” katanya.
Selain itu. Mas Rio mengatakan, jika Tim Patennang baru saja selesai membagikan sembako ke warga Desa Tribungan Dimana dirinya tinggal, dan kenapa ia tidak membagikan sendiri, karena menginginkan momen kebahagiaan ini dapat dirasakan bersama.
“Pemimpin harus menjadi naungan yang sejuk untuk semuanya, dan saya tidak mau ranah teknis menjadi urusan pemimpin, semoga sembako – sembako dari Tim Patennang bisa bermanfaat. Siapapun yang ngasik sembako ya, ambil saja, Petennang,” kata Mas Rio
Lebih lanjut Mas Rio mengatakan, kegiatan bagi bagi sembako akan terus berlangsung setelah hari raya Idul Fitri.
“Setelah Hari Raya Idul Fitri kita akan terus bagi – bagi sembako, gula dan minyak dalam perjalanan ke Situbondo, ada sekitar 15.000 paket sembako dan akan kita bagikan kepada warga penerima manfaat nantinya yang kami pasarkan ke Tim Patennang untuk penyalurannya, karena saya tidak akan datang sendiri untuk membagikan, karena itu tugasnya para temen-teman dilapangan,” Ucap Mas Rio. (Kadari)











