Banyuwangi, seblang.com – Kuota jamaah haji Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur (Jatim) sesuai dengan yang didapatkan di 1.244 untuk tahun 2024. Tetapi dari 1.244 itu ada yang mutasi ke luar daerah, ada yang meninggal dan ada jamaah yang menjelang keberangkatan itu mengundurkan diri.
Menurut Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi melalui Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Zainal Abidin, dari data yang ada tersisa kemarin 1.238 yang terbagi menjadi 4 Kelompok terbang (flight group) selanjutnya disebut dengan kloter yang lengkap ada 3 di kloter 57, 58, 59, dan yang kloter 60 hanya berjumlah 154 itu bergabung dengan Kabupaten Sidoarjo.
Zainal Abidin menuturkan dari 1.238 jamaah haji tersebut yang meninggal dunia di Arab Saudi ada 3 jamaah haji. Ketiganya yang satu bergabung dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Sabilillah Banyuwangi, satu jamaah tergabung di KBIHU Ummul Quro Glenmore dan satu lagi yang meninggal dunia jamaah yang masuk dalam KBIHU Al- Mabrur Multazam.
“Rata-rata jamaah yang meninggal karena sakit bawaan yang sebelumnya sudah sakit sebelum berangkat ada yang karena jantung. Kemudian keterangan yang bergabung di Ummul Quro itu berangkatnya sempat tertunda karena sakitnya mohon maaf kambuh kemudian kita masukkan di asrama haji Sukolilo Surabaya.Setelah sehat kita berangkatkan. Jadi memang yang meninggal ketika berangkat haji itu memiliki sakit bawaan sebelum berangkat haji,” ujar Zainal Abidin.











