“Tentu ini sangat membantu perekonomian masyarakat sekitar. Kita berharap tahun depan bisa lebih ramai lagi, lebih banyak pelapak, dan pengunjung juga lebih banyak,” ungkap Alfani.
Alfani lebih lanjut menambahkan ramainya bazar tidak lepas dari antusiasme masyarakat terhadap beragam acara seperti tarian, seni tradisional, hingga pawai budaya, yang mampu menjadi daya tarik tersendiri dalam Boyolangu Culture Festival 2025.
“UMKM sangat ramai karena kegiatan budaya yang disuguhkan mampu mendatangkan banyak pengunjung. Ini sinergi yang bagus antara budaya dan ekonomi kerakyatan,” tutupnya.
Dengan semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya lokal, Boyolangu Culture Festival 2025 berhasil membuktikan bahwa tradisi dapat berjalan berdampingan dengan geliat ekonomi masyarakat di era modern.
Puncak acara Boyolangu Culture Festival 2025 adalah Tradisi Puter Kayun yang rutin masyarakat Boyolangu dilaksanakan setiap 10 Syawal.yang tahun ini bertepatan dengan dengan 9 April 2025.
“Pada 10 Syawal, para pedagang sudah tidak berjualan lagi karena mereka sudah siap bergegas untuk kegiatan rutin tahunan di Pantai Watudodol,” pungkas Alfani.












