“Hendaknya kita lebih sering mengikuti acara dialog/sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk memperkaya informasi,” ujar Kompol Ade.
Kasatpolair mengajak masyarakat untuk proaktif untuk mempelajari pengetahuan ilmu agama. Jika ada hal-hal yang membingungkan dalam hal agama maka tanyakan langsung kepada yang lebih tau agar tidak salah dalam memahami dan mengamalkannya.
“Apabila menemui hal-hal yang mencurigakan misal, mendapat video ataupun konten / foto yang mengarah atau mengajak kebencian, anti Pancasila dan lain sebagainya jangan segan-segan untuk melaporkan kepada pihak keamanan,” tegas Kasatpolair.
Pada kesempatan tersebut Polresta Banyuwangi memberikan bantuan berupa alat pelampung untuk dukungan sarana keselamatan kerja bagi para nelayan dan juga bagikan bendera merah putih.
“Hubungan silaturahmi dan komunikasi ini diharapkan semakin meningkatkan jalinan kerja sama yang baik guna menjaga keamanan, keselamatan dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat,” tutup Kompol Ade.
Cak No salah satu nelayan yang hadir menyampaikan, dengan diadakannya kegiatan quick wins ini para nelayan menjadi lebih paham tentang radikalisme, sehingga masyarakat bisa mengambil sikap bagaimana untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan bisa menangkal sedini mungkin penyebaran dari paham paham radikal dan anti-Pancasila.(Humas Polresta Banyuwangi)










