Tanggapi Usulan Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Janda, Bupati Banyuwangi : Masih Banyak yang Dikerjakan Selain Obrolan Soal Poligami Janda

by -927 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono

Banyuwangi, seblang.com – Pemberitaan usulan Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Janda yang menjadi tranding topik dalam beberapa waktu terakhir mendapat tanggapan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Menurut Bupati Ipuk, terkait adanya usulan Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Janda, Banyuwangi tidak membutuhkan Raperda tersebut.

“Menurut saya itu masih pendapat pribadi dan tidak semua mendukung. Bagi saya masih banyak yang harus dikerjakan dibanding kami harus bicara soal poligami,” jelas Bupati Ipuk kepada sejumlah wartawan di Gedung DPRD Banyuwangi Kamis (02/06/2022).

Berbicara soal upaya mensejahterakan perempuan dan perempuan kepala keluarga, lanjut Ipuk, Banyuwangi sudah memiliki segudang program pemberdayaan. Antara lain melalui pelatihan, mendorong perempuan mandiri melalui sektor usaha. Pagu anggaran yang disediakan untuk pemberdayaan itu pun juga cukup besar.

“Jadi kalau poligami adalah jalan untuk mensejahterakan janda itu bukan satu-satunya jalan keluar. Tapi masih banyak solusi yang bisa ditawarkan,” ujar Ipuk.

Lebih lanjut bupati kelahiran Magelang itu menambahkan karea Raperda itu masih bersifat usulan lisan, dia mengaku tidak akan banyak menggubris. “Kami tidak akan banyak merespon karena itu masih pendapat pribadi kalau menurut saya,” pungkasnya.

Mengingat banyaknya jumlah janda akibat tingginya angka perceraian perlu perhatian khusus dari pemerintah kabupaten (Pemkab)Banyuwangi dalam rangka memberikan perlindungan dan pemberdayaan terhadap para janda yang bentuknya perlu dirumuskan bersama.

iklan warung gazebo

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *