Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto menambahkan, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap dokumen dokumen pendukung untuk proses penyelidikan dan penyidikan.
“Dari keterangan saksi korban yang menunjukkan beberapa tempat yang kita duga ada 12 titik sebagai tempat eksploitasi ekonomi,” jelasnya Dirreskrimum polda jatim Kombes Totok.
Selain itu, ada beberapa dokumen yang berhasil ditemukan pihak kepolisian, terkait dengan nama-nama siswa di tahun 2008 sampai dengan tahun 2010.
“Lain-lain tentu secara teknis itu sebagai bukti dalam proses penyelidikan atau penyidikan,” pungkasnya Kombes Pol Totok Suharyanto.////










