Situbondo, seblang.com – Momen pergantian Tahun Baru 2026 menjadi berkah bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan kuliner Burnik City, Situbondo. Membludaknya pengunjung membuat omzet pedagang melonjak drastis, jauh melampaui pendapatan pada hari-hari biasa.
Dari sekitar 30 pedagang yang menjajakan aneka hidangan, Tongkol Asap Burnik City mencatatkan pendapatan tertinggi. Omzet yang diraih menembus Rp10.600.000 hanya dalam satu malam. Capaian tersebut diakui para pedagang sebagai hasil yang melampaui ekspektasi awal.

Kenaikan omzet signifikan juga dialami sejumlah gerai kuliner lain. Bakso Lonyang, misalnya, membukukan omzet hingga Rp3.220.000. Sementara itu, Mie Sultan mencatat pendapatan Rp1.200.000, disusul Bikang Janda Menyala dengan omzet Rp1.000.000.
Bahkan bagi pedagang dengan omzet terkecil sekalipun, pendapatan pada malam tahun baru masih berada di kisaran Rp500.000. Angka tersebut tetap menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan hari biasa, di mana rata-rata pendapatan harian sekitar 30 pedagang di Burnik City umumnya hanya berkisar Rp300.000.
Pemilik usaha Tongkol Asap, Bang Jek, mengaku kewalahan melayani permintaan pembeli yang membludak sejak sore hari, Kamis (1/1/2026).
“Alhamdulillah, malam tahun baru dan hari pergantian tahun ini penjualan tembus empat kuintal ikan tongkol. Padahal kalau hari biasa, saya maksimal hanya habis 90 kilogram dengan omzet sekitar satu juta rupiah lebih. Sebenarnya, kalau cuaca tidak hujan pada malam tahun baru, saya yakin bisa tembus sampai tujuh kuintal,” ujar Bang Jek.
Kesan serupa disampaikan Rusdi, pemilik gerai Bakso Lonyang. Ia menyebut momen tahun baru menjadi berkah tersendiri yang berdampak langsung pada ekonomi pedagang kecil.
“Alhamdulillah, hasil hari ini tembus tiga juta rupiah lebih. Jauh sekali kalau dibandingkan hari-hari biasa. Semoga ke depannya Burnik City semakin ‘menyala’ dan ramai pengunjung, sehingga bisa terus menopang ekonomi kami para pedagang kecil di sini,” kata Rusdi.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa penataan ruang publik yang baik seperti di Burnik City mampu memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan suasana yang asri dan pilihan kuliner yang beragam, Burnik City kini telah menjelma menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus destinasi favorit di Kabupaten Situbondo.











