Jember, seblang.com – Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (5/3/2026) malam. Kondisi ini terjadi setelah beredarnya informasi mengenai ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) yang disebut hanya cukup untuk 23–25 hari.
Situasi tersebut memicu masyarakat melakukan pembelian dalam jumlah lebih banyak dari biasanya atau panic buying, sehingga antrean kendaraan terlihat di hampir seluruh SPBU di wilayah tersebut.
Ketua DPC Hiswana Migas Besuki, Ikbal Wilda Fardana, menjelaskan bahwa lonjakan antrean BBM dipicu oleh pemberitaan yang beredar terkait ketahanan stok BBM. Menurutnya, informasi tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat sehingga banyak warga langsung mendatangi SPBU untuk mengisi bahan bakar.

“Menurut hemat saya, ini karena adanya pemberitaan terkait ketahanan stok BBM yang disebut cukup untuk 23 hari. Ini yang awal mula memicu masyarakat melakukan pembelian berlebihan di masing-masing SPBU,” kata Ikbal saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini kondisi stok BBM maupun proses pengiriman ke SPBU di wilayah Jember masih dalam kondisi aman dan terkendali. Bahkan berdasarkan informasi yang diterimanya dari salah satu SPBU di wilayah Kota Jember, ketersediaan stok BBM masih cukup dan tidak mengalami gangguan distribusi.
“Kalau terkait stok BBM maupun pengiriman, sampai saat ini aman dan terkendali. Informasi yang saya terima dari salah satu SPBU di wilayah kota, stoknya masih banyak,” ujarnya.
Namun demikian, Ikbal mengingatkan bahwa jika masyarakat terus melakukan pembelian secara berlebihan dalam waktu singkat, maka stok BBM di SPBU yang semula cukup bisa saja cepat habis karena lonjakan permintaan yang tidak wajar.
“Tapi kalau masyarakat melakukan pembelian berlebihan, apalagi sampai besok, akhirnya ketersediaan stok BBM bisa saja habis karena permintaan meningkat drastis,” jelasnya.
Menyikapi kondisi tersebut, pihak Hiswana Migas Besuki sejak siang hari telah mengimbau para pengusaha SPBU di Jember untuk melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat melalui operator SPBU. Langkah tersebut dilakukan agar konsumen mendapatkan informasi yang benar mengenai kondisi stok BBM.
“Siang tadi saya sudah menyampaikan kepada teman-teman pengusaha SPBU agar operator memberikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa stok BBM dan pengiriman BBM aman. Operator juga diminta menyampaikan langsung kepada konsumen agar tidak menelan mentah-mentah informasi yang beredar,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga mengingatkan para pengelola SPBU untuk mengantisipasi potensi praktik penimbunan oleh oknum tertentu yang memanfaatkan situasi kepanikan masyarakat. Pengawasan terhadap pembelian dalam jumlah besar juga mulai diperketat guna mencegah adanya tengkulak yang membeli BBM untuk ditimbun.
“Kami juga menyampaikan terkait pengendalian pembelian oleh tengkulak. Karena dalam situasi seperti ini kami mengantisipasi adanya oknum yang melakukan penimbunan,” ujarnya.
Ikbal menambahkan, lonjakan antrean kendaraan di SPBU mulai terlihat sejak siang hari dan terus meningkat hingga malam hari. Hampir seluruh SPBU di wilayah Kabupaten Jember dilaporkan mengalami kepadatan kendaraan yang hendak mengisi BBM.
“Sejak siang memang sudah mulai ramai, kemudian malam ini juga sudah terjadi antrean di seluruh SPBU di Kabupaten Jember,” katanya.
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, pihak Hiswana Migas Besuki juga telah melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum serta pemerintah daerah agar situasi tetap kondusif dan distribusi BBM berjalan lancar.
“Tentunya kami juga melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah agar kondisi tetap terkendali,” pungkasnya.
Terpisah, salah seorang pembeli BBM di SPBU Ahmad Yani, Rudy Setiawan, mengatakan ia ikut mengantre membeli BBM karena mendapat informasi mengenai keterbatasan stok hingga sekitar 20 hari ke depan.
“Jadi sebagai langkah antisipasi, saya antre beli bensin ini. Bahkan tadi saya menyetok, beli satu galon untuk jaga-jaga di rumah,” katanya.
“Dengan stok satu galon ini, saya kira cukup untuk 10 hari ke depan,” sambungnya.////////











