Di antara beberapa stasiun kereta api yang berada di wilayah Banyuwangi yang menjadi tempat naik turun penumpang seperti Stasiun Ketapang, Stasiun Rogojampi maupun Stasiun Kalisetail, Keberadaan Stasiun Banyuwangi Kota menjadi stasiun dengan jumlah kepadatan penumpang tertinggi.
“Sebagai bentuk dukungan terhadap kebudayaan daerah, penataan Stasiun Banyuwangi Kota ini nantinya juga akan mengadopsi bentuk bangunan atau ornamen dari masyarakat Oesing, yang merupakan suku asli dan menempati wilayah Banyuwangi,” tambah Cahyo.
Meningkatnya minat dan animo masyarakat untuk berwisata di Kabupaten Banyuwangi dan lokasi stasiun yang cukup dekat dengan pusat kota serta beberapa destinasi wisata lain seperti; Taman Wisata Kawah Ijen, Desa Adat Kemiren dan yang lain membuat Stasiun Banyuwangi Kota menjadi tempat yang cukup strategis.
“Harapannya Stasiun Banyuwangi Kota yang merupakan salah satu pintu gerbang wisata, nantinya bukan hanya sebagai tempat naik turun penumpang, tapi juga menjadi ikon atau simbol baru yang bisa menjadi kebanggaan masyarakat Banyuwangi,” imbuh Cahyo.
KAI Daop 9 Jember juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan yang biasa naik / turun di Stasiun Banyuwangi Kota yang kenyamanannya terganggu karena adanya pekerjaan proyek pengembangan stasiun.









