Malang, seblang.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi Partai Gerindra, Alayk Mubarok, menegaskan komitmen percepatan penyelesaian Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Malang saat mendampingi kunjungan Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara di KDMP Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Minggu (15/2/2026).
Dalam keterangannya kepada awak media, Alayk menyampaikan bahwa progres pembangunan KDMP berjalan sesuai rencana dan bahkan berpotensi rampung lebih cepat dari target nasional tahun 2026.
“Ini sudah berjalan dengan baik dan lancar. Hari ini kita meresmikan sekitar 12 titik KDMP yang sudah 100 persen, dan sisanya masih dalam proses. Saya pikir ini progres yang luar biasa. Dari target nasional yang diperintahkan seluruh Indonesia harus selesai di tahun 2026, insya Allah kita akan menyelesaikan itu lebih cepat,” tegas Alayk, sapaan akrabnya.
Alayk menjelaskan, percepatan tersebut tidak lepas dari koordinasi intensif lintas sektoral, termasuk dengan Kodim dan Dinas Koperasi Kabupaten Malang. Sejumlah kendala teknis di lapangan yang sebelumnya menghambat kini telah berhasil diselesaikan.
“Dari beberapa koordinasi yang baik bersama Kodim maupun Dinas Koperasi di Kabupaten Malang, beberapa permasalahan yang sempat terjadi sudah kita selesaikan. Ada lahan yang kurang dari seribu meter, kemudian ada lahan yang asetnya milik Perhutani, semuanya sudah kita komunikasikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kesiapan lahan menjadi faktor utama dalam percepatan pembangunan. Oleh karena itu, setiap kendala terkait legalitas dan luasan lahan terus dikoordinasikan agar tidak menghambat proses konstruksi.
“Beberapa kendala lapangan terkait kesiapan lahan ini kita koordinasikan terus secara lintas sektoral agar permasalahan bisa segera teratasi dan pembangunan dapat segera dilakukan,” jelasnya.
Menurut Alayk, PT Agrinas Pangan Nusantara melalui dukungan TNI akan memprioritaskan pembangunan di titik-titik yang benar-benar siap secara teknis dan administratif.
“PT Agrinas melalui TNI akan membangun di titik-titik yang memang sudah layak dan siap dibangun, sehingga tidak lagi memerlukan pengurukan dan sebagainya. Ini supaya progresnya cepat dan efisien,” katanya.
Dari hasil koordinasi terakhir, capaian pembangunan menunjukkan perkembangan signifikan. Dari sekitar 200 lebih titik yang dikoordinasikan, sebagian besar telah memasuki tahap konstruksi lanjutan.
“Kalau bulan ini, dari hasil koordinasi, kemungkinan sudah hampir 100 lebih yang terselesaikan. Karena kemarin dari 200 sekian yang kita cek di lapangan, sudah hampir di atas 60 persen,” paparnya.
Alayk menegaskan bahwa seluruh pekerjaan saat ini dikebut untuk menyesuaikan target yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Saya lihat seluruh pekerjaan dikebut. Mulai pagi, siang, malam, lembur segala macam dikerjakan untuk mengejar target ini bisa selesai lebih cepat,” ujarnya.
Terkait target waktu penyelesaian, ia menegaskan bahwa Kabupaten Malang tetap mengacu pada kebijakan pusat, meski optimistis bisa menyelesaikan lebih awal.
“Kalau target waktunya menyesuaikan dari pusat. Misalkan awalnya bulan Maret, kemudian ada penyesuaian, kita tetap mengikuti. Dari target pusat itulah kita terus kebut pekerjaan ini sehingga tidak melewati target yang ditentukan,” jelasnya.
Ia optimistis seluruh titik KDMP di Kabupaten Malang dapat rampung antara Mei hingga Juni 2026, bahkan ditargetkan tuntas pada pertengahan tahun agar bisa segera beroperasi.
“Harapan kita di pertengahan tahun ini sudah selesai, sehingga bisa operasional di 2026,” pungkas Alayk.
Dengan progres yang terus menunjukkan tren positif, percepatan pembangunan KDMP di Kabupaten Malang dinilai menjadi salah satu yang terdepan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional serta penguatan ekonomi desa berbasis koperasi.//////////











