Banyuwangi, seblang.com – Ruwatan massal yang digelar Paguyuban Sastro Jendro Hayuningrat Pangruwate Jagad (SJHPJ) Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, berlangsung hikmat. Kurang lebih 12 orang diritual untuk momohon doa agar mendapat keberkahan, dijauhkan dari segala marabahaya, dan senantiasa selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Prosesi ruwatan adat Jawa ini digelar dengan pagelaran wayang kulit kusus ngeruwat lengkap dengan penabuh, sinden dan gamnelan. Sejumlah sesaji disandingkan untuk syarat ritual.
Warga yang diruwat keseluruhan mengenakan baju putih. Karena warna ini merupakan simbol kesucian. Usai melalui beberapa tahap ritual, kemdian mereka dimandikan air bunga oleh sesepuh paguyuban setempat, Sabtu (20/08/2022).

12 orang yang diruwat ini, menurut Suwoko Aji S.E, putra ke lima Almarhum Kyai Rustam Aji pendiri SJHPJ Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, adalah mereka yang satu rahim ibu masuk kategori Ontang – Anting anak tunggal laki – laki, Unting – Unting anak tunggal perempuan, Uger – Uger Lawang dua anak laki – laki semua, Kembang Sepasang dua anak perempuan semua, Gendana – Gendani dua anak laki – laki dan perempuan, Gendini – Gendana dua anak perempuan dan laki – laki perempuan yang tertua.









