Banyuwangi, seblang.com – Oknum guru SMPN 2 Cluring berinsial R, jadi perbincangan warga. Pengajar kurikulum salah satu mata pelajaran di sekolah menengah pertama tersebut diinformasikan menyita HP milik siswa berinsial D, kelas VIII , saat jam pelajaran berlangsung.
Ironisnya, selama sepuluh hari lebih HP milik siswa ini belum dikembalikan. Sementara pihak sekolah tidak ada pemberitahuan ke walimuird secara persurat. Hanya saja, Kamis (04/08/2022) N, walimurid siswa ini baru mengetahui dari D, jika HP anaknya disita guru, dan memintanya untuk mengambil di sekolahan.
“Baru kemarin dia bilang, dan meminta saya untuk mengambilnya. Tidak ada surat dari sekolah terkait hal tersebut,” jelas N, Jumat (05/08/2022).
Pihaknya menambahkan, selama ini D, hidup bersamanya lantaran ibunya sedang sakit dan tirah ke wilayah Bima. HP itu sebagai alat komunikasi.
“Ibunya sakit, sudah 7 bulan ini tirah,” terang N, sembari meminta media untuk mengonfirmasikan hal itu ke pihak sekolah.
Saat dikonfirmasi di SMPN 2 Cluring, oknum guru berinsial N, tak ada ditempat. Menurut salah satu guru kesiswaan, N sedang sakit dan tak masuk untuk mengajar, dan sempat berucap jika ada penyitaan HP sehari dua hari HP akan dikembalikan ke murid atau walimurid.
Usai mengetahui persoaalan ini, kemudian guru ini memangil D, melalui pengeras suara. Di hadapan guru tersebut, D menjelaskan jika HP nya disita saat jam pelajaran berlangsung. Dan belum dikembalikan selama kurang lebih 13 hari.
“Belum dikembalikan. Sudah 13 hari,” ucap D.
Menanggapi hal ini, guru kesiswaan itu berucap kalau terkait media akan dipertemukan dengan kepala sekolah, namun yang hadir menemui bagian Humas SMPN 2 Cluring.
Saat dikonfirmasi seolah keduanya berbalik menyoal pertanyaan, dengan mengatakan kapan walimurid datang ke sekolah. Padahal, pewarta hanya berkonfirmasi terkait benar dan tidaknya penyitaan HP oleh oknum tersebut, dan selama itu.











